Halo Sumsel – Seorang pegawai Kementerian Agama (Kemenag) Mamuju, yang bernama Paramita Titania Angelica, atau akrab disapa Mita, telah ditemukan meninggal dunia setelah dua tahun dinyatakan hilang. Pegawai Kemenag Mamuju masih sempat komunikasi dengan suami sebelum ditemukan meninggal, memberikan harapan bagi keluarganya yang terus mencari keberadaannya.

Mita, yang berusia 26 tahun, dilaporkan hilang sejak 22 Juli 2024 saat dalam perjalanan pulang ke tempat kerjanya di Morowali, Sulawesi Tengah. Sebelum menghilang, Mita mengambil cuti untuk pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Wajo. Ia berangkat menggunakan mobil travel yang dikemudikan oleh seorang sopir bernama Alber, dan hanya ada mereka berdua di dalam kendaraan.

Baca juga:

Dalam perjalanan tersebut, Mita masih sempat berkomunikasi dengan ibunya pada Selasa pagi, 23 Juli 2024. Dalam percakapan terakhir, ia menginformasikan bahwa dirinya sudah dekat dengan tujuan. Namun, setelah komunikasi tersebut, Mita tidak pernah lagi menghubungi keluarganya, dan telepon selulernya tidak aktif. Keluarga akhirnya melaporkan hilangnya Mita ke Polres Wajo pada 9 Agustus 2024 setelah menunggu selama beberapa hari tanpa kabar.

Setelah pencarian panjang, Mita ditemukan dalam kondisi mengenaskan, hanya tersisa tulang-belulang di sebuah jurang. Polisi menduga Mita menjadi korban penganiayaan berat oleh sopir travel yang mengantarnya. Penemuan ini menambah duka bagi keluarga yang selama ini berharap untuk menemukan Mita dalam keadaan hidup.

Kasus ini menunjukkan betapa rapuhnya keamanan dalam perjalanan yang seharusnya aman. Banyak orang yang menggunakan jasa travel untuk bepergian, dan kejadian tragis ini memicu pertanyaan mengenai keselamatan penumpang. Keluarga Mita berharap agar pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus ini dan memberikan keadilan bagi Mita serta keluarganya.

Baca juga:

Dari aspek hukum, pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan Polres Morowali untuk memperjelas kronologi kejadian. Keberadaan saksi-saksi dan barang bukti akan sangat berpengaruh dalam proses penyelidikan ini.

Sementara itu, kejadian ini juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya melaporkan kehilangan dengan cepat kepada pihak berwenang. Keluarga Mita, yang telah melakukan pencarian selama dua tahun, menunjukkan betapa pentingnya dukungan dari komunitas dan pihak berwenang dalam mencari orang hilang.

Dengan ditemukannya Mita, pihak keluarga berharap agar kasus ini tidak hanya menjadi cerita tragis, tetapi juga menjadi pelajaran bagi semua agar lebih berhati-hati dalam perjalanan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap keselamatan pribadi. Pegawai Kemenag Mamuju masih sempat komunikasi dengan suami sebelum ditemukan meninggal, menjadi pengingat akan pentingnya menjaga komunikasi dan keselamatan saat bepergian.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.