Halo Sumsel – Dalam sebuah kejadian yang mengguncang masyarakat Ambarawa, dua tersangka perampokan yang berujung pada tewasnya pemilik konter Royal Phone, Candra Waskito (25), menunjukkan aksi pelarian yang penuh dengan jejak yang mencolok. Bukan sekadar kabur, jejak dua tersangka perampokan bos konter Royal Phone hingga bakar barang bukti ini menjadi sorotan utama aparat kepolisian.
Kedua tersangka, yang diketahui bernama DPP (20) dan TI (25), setelah melakukan aksi keji mereka pada pagi hari, langsung meninggalkan lokasi kejadian dengan berjalan kaki. Keduanya mengenakan masker dan membawa sejumlah ponsel curian. Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana, mengungkapkan bahwa mereka meninggalkan konter sekitar pukul 06.50 WIB, menuju perempatan Jalan Raya Desa Kuaron di Kabupaten Grobogan.
Setelah berjalan kaki, kedua tersangka ini menumpang kendaraan warga untuk melanjutkan pelarian mereka. Usai itu, DPP memesan ojek online menggunakan ponsel curian, yang semakin menunjukkan betapa beraninya mereka dalam menjalani pelarian ini.
Polisi mencatat bahwa tindakan mereka tidak berhenti hanya pada pelarian. Untuk menghilangkan jejak, keduanya mencabut tiga CCTV di lokasi kejadian dan juga membakar sejumlah barang bukti di sebuah bangunan kosong di Desa Trisari, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan. Barang yang dibakar diduga berkaitan dengan aksi perampokan tersebut, termasuk alat pemukul yang tidak digunakan.
Proses penyelidikan yang dilakukan polisi menunjukkan bahwa kedua tersangka berusaha keras untuk menghilangkan barang bukti yang dapat mengarah kepada mereka. Kasat Reskrim menegaskan, tindakan mereka tersebut menunjukkan niat yang jelas untuk kabur dari hukum, dengan harapan dapat menghindari penangkapan.
Sebelum kejadian tragis ini, Candra Waskito, yang dikenal sebagai pemilik konter HP Royal Phone di Ambarawa, diduga dibunuh secara sadis. Setelah perampokan, jasadnya dimasukkan ke dalam bagasi mobil yang ditinggalkan pelaku, di mana mobil tersebut ditemukan di kawasan Grobogan. Polisi menemukan puluhan ponsel curian di dalam mobil tersebut yang semakin memperkuat bukti keterlibatan kedua tersangka.
Di tengah penyelidikan, muncul spekulasi di media sosial yang menyebutkan adanya kemungkinan keterlibatan pacar salah satu tersangka dalam kasus ini. Namun, polisi menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan hubungan antara pacar tersangka dan peristiwa pembunuhan tersebut. Kasat Reskrim menegaskan bahwa mereka akan terus melakukan pengembangan sesuai dengan isu yang beredar di masyarakat.
Dari rangkaian peristiwa ini, dapat disimpulkan bahwa pelaku tidak hanya berniat untuk merampok, tetapi juga melakukan tindakan yang jauh lebih tragis. Bukan sekadar kabur, jejak dua tersangka perampokan bos konter Royal Phone hingga bakar barang bukti ini menunjukkan betapa dalamnya kejahatan yang mereka lakukan, serta bagaimana upaya mereka untuk menghindari konsekuensi hukum. Dengan kasus ini, masyarakat diharapkan lebih waspada dan aparat penegak hukum terus berupaya untuk mengungkap seluruh jaringan kejahatan yang terlibat.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
