Halo Sumsel – Emrus sebut Jokowi politisi pragmatis soroti safari politik: Kekuasaan segalanya, bukan negarawan. Safari politik Joko Widodo yang dimulai dari Lampung memunculkan berbagai spekulasi mengenai arah manuver politiknya setelah tak lagi menjabat sebagai kepala negara. Menurut pengamat komunikasi politik Emrus Sihombing, relasi Jokowi dengan Presiden Prabowo Subianto berpotensi semakin renggang karena relasi keduanya sejak awal lebih dibangun atas dasar kepentingan politik dan relasi kekuasaan daripada kesamaan ideologi.

Emrus sebut Jokowi politisi pragmatis soroti safari politik: Kekuasaan segalanya, bukan negarawan, karena Jokowi masih berupaya mempertahankan pengaruh politiknya di ruang publik. Ia menilai safari politik yang dilakukan Jokowi merupakan bukti bahwa orientasi politik mantan presiden itu masih bertumpu pada aspek kekuasaan. Emrus sebut Jokowi politisi pragmatis soroti safari politik: Kekuasaan segalanya, bukan negarawan, karena Jokowi belum sepenuhnya keluar dari bayang-bayang kekuasaan.

Baca juga:

Langkah Jokowi yang kembali aktif melakukan kunjungan politik ke berbagai daerah juga tidak tepat dimaknai sebagai “turun gunung”, karena ia memandang aktivitas tersebut merupakan kelanjutan dari orientasi politik yang selama ini dibangun Jokowi. Emrus sebut Jokowi politisi pragmatis soroti safari politik: Kekuasaan segalanya, bukan negarawan, karena Jokowi masih memiliki orientasi pada kekuasaan dan belum menjadi sosok negarawan.

Safari politik Jokowi di Lampung sepi peminat karena ia tidak lagi memiliki akses mobilisasi massa melalui perangkat negara. Kondisi tersebut menunjukkan Jokowi kesulitan menyesuaikan diri terhadap perubahan respons publik dan hilangnya pengaruh kekuasaan pasca-menjabat presiden. Emrus sebut Jokowi politisi pragmatis soroti safari politik: Kekuasaan segalanya, bukan negarawan, karena Jokowi masih berfokus pada kekuasaan dan belum menjadi sosok yang memperhatikan kepentingan rakyat.

Baca juga:

Kesimpulan dari safari politik Jokowi adalah bahwa ia masih memiliki orientasi pada kekuasaan dan belum menjadi sosok negarawan. Emrus sebut Jokowi politisi pragmatis soroti safari politik: Kekuasaan segalanya, bukan negarawan, karena Jokowi masih berupaya mempertahankan pengaruh politiknya di ruang publik dan belum sepenuhnya keluar dari bayang-bayang kekuasaan.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

Baca juga: