Halo SumselRayan Cherki, bintang muda Prancis, menjadi sorotan setelah timnya tersingkir dari Piala Dunia 2026 oleh Spanyol dengan skor 0-2. Dalam wawancara emosional pasca pertandingan, Cherki mengungkapkan kekecewaannya dan menyoroti beberapa kelemahan yang membuat Les Bleus gagal mencapai final. Ia menyatakan bahwa dalam duel melawan Spanyol, timnya tidak bisa menampilkan permainan terbaik dan kalah dalam hal penguasaan bola.

“Spanyol lebih baik dari kami dalam memenangkan bola kedua dan menguasai kembali penguasaan bola,” ungkap Cherki. “Kami tidak bermain dengan gaya yang biasanya kami tampilkan, dan itu sangat mengecewakan. Jika kami bisa menguasai lebih banyak bola, kami bisa memberikan lebih banyak masalah kepada mereka,” lanjutnya.

Baca juga:

Kekalahan ini datang setelah Prancis tampil sangat dominan di fase grup dan perempat final, di mana mereka tidak kebobolan satu gol pun. Namun, pada semifinal, strategi pelatih Didier Deschamps tampaknya tidak berjalan sesuai rencana. Cherki, yang hanya tampil sebentar sebagai pengganti, mengakui bahwa timnya gagal menghadapi tekanan yang diberikan oleh La Furia Roja.

Penampilan buruk beberapa pemain, termasuk Lucas Digne yang melakukan kesalahan fatal hingga memberikan penalti, menjadi sorotan media. Digne dinilai tidak mampu menghadapi serangan cepat Spanyol, yang berhasil mencetak dua gol melalui Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro. Cherki juga menambahkan bahwa permainan timnya terasa stagnan dan tidak berbahaya, dengan nilai xGoals yang sangat rendah hanya mencapai 0,3 setelah 90 menit pertandingan.

Dalam suasana yang penuh emosi, Rayan Cherki melontarkan kritik terhadap diri sendiri dan rekan-rekannya. Ia menyatakan bahwa mungkin ada sedikit rasa percaya diri berlebihan sebelum pertandingan, yang berujung pada performa buruk. “Kami terlalu percaya diri dan itu menghancurkan kami. Hari ini kami mengalahkan diri sendiri,” tuturnya dengan nada menyesal.

Baca juga:

Ke depannya, Cherki berharap tim Prancis dapat belajar dari kekalahan ini dan memperbaiki kesalahan yang ada. Meskipun ada banyak harapan untuk masa depan, kekalahan di semifinal ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh skuad Les Bleus. Saat ini, perhatian terfokus pada pertandingan perebutan tempat ketiga melawan Inggris, di mana Cherki berkesempatan untuk membuktikan kapasitasnya di lapangan.

Dengan harapan untuk bangkit kembali, Rayan Cherki dan rekan-rekannya memiliki tugas berat di depan mereka. Mereka harus mempersiapkan diri dengan baik untuk pertandingan berikutnya dan bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

Baca juga: