Halo Sumsel – Industri hiburan China mengalami perubahan drastis akibat kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI). Salah satu dampak paling nyata dari perubahan ini dirasakan oleh aktor Xu Peng, yang dikenal sebagai aktor yang dikenal perankan CEO di drama Cina kini jualan sayur, digantikan AI. Xu Peng, yang berusia 30 tahun, sebelumnya menjadi bintang dalam drama pendek vertikal yang merajai pasar.
Pada puncak kariernya, Xu Peng sering kali memerankan karakter CEO yang berkarisma dan berwibawa. Namun, tren industri yang berubah dengan cepat membuatnya kehilangan banyak tawaran akting. Sejak Maret 2026, tawaran untuk berakting hampir tidak ada lagi, dan Xu Peng pun terpaksa memilih untuk kembali ke kampung halamannya di Provinsi Shandong untuk membantu usaha keluarga.
Di kampung halamannya, Xu Peng kini berjualan sayur di pasar tradisional. Setiap hari, ia mengendarai mobil listrik milik keluarganya untuk mengangkut hasil panen sayuran yang ditanam oleh kakeknya. Meskipun perubahan profesinya cukup mengejutkan bagi keluarganya dan kerabat dekat, Xu Peng mengaku dapat menerima perubahan ini dengan lapang dada.
“Akting hanyalah sebuah pekerjaan. Jika tidak ada peran yang bisa diambil, saya akan mencari cara lain untuk mencari nafkah. Selama saya bisa bekerja dengan jujur dan sungguh-sungguh, tidak ada rintangan yang tidak bisa saya atasi,” ungkap Xu Peng, menunjukkan sikap positif terhadap situasi barunya.
Tren produksi drama berbasis AI di China semakin meluas. Data menunjukkan bahwa pada kuartal pertama tahun 2026, dari sekitar 128.000 drama pendek yang dirilis, sekitar 122.000 judul atau lebih dari 95 persen diproduksi menggunakan teknologi AI. Ini menunjukkan betapa dominannya AI dalam industri hiburan saat ini, yang menggantikan peran aktor manusia dalam banyak proyek.
Kehadiran AI dalam proses produksi tidak hanya mengubah cara drama diproduksi tetapi juga mengurangi biaya dan waktu yang diperlukan. Dengan AI, proses seperti penulisan naskah, pemodelan karakter digital, hingga penyuntingan akhir dapat dilakukan dalam waktu beberapa hari saja, menjadikan produksi lebih efisien.
Xu Peng bukanlah satu-satunya aktor yang merasakan dampak dari pergeseran ini. Banyak aktor lainnya juga menghadapi kenyataan pahit akibat dominasi AI di industri. Xu Peng mengingat saat-saat ketika ia harus syuting selama 15 hingga 16 jam setiap hari untuk menyelesaikan berbagai proyek, namun kini ia harus beradaptasi dengan keadaan yang sama sekali berbeda.
Meskipun kini berprofesi sebagai penjual sayur, Xu Peng menegaskan bahwa ia tidak menutup kemungkinan untuk kembali ke dunia akting. “Bagi saya, bukan berarti berpisah dengan industri hiburan. Hanya panggungnya saja yang berubah. Meski profesi saya berubah, saya tetap orang yang sama,” ujarnya dengan penuh semangat.
Kisah Xu Peng menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dapat mengubah lanskap pekerjaan dan kehidupan seseorang secara drastis. Keberanian dan sikap positifnya dalam menghadapi perubahan ini patut dicontoh oleh banyak orang. Sebagai aktor yang dikenal perankan CEO di drama Cina kini jualan sayur, digantikan AI, Xu Peng menunjukkan bahwa kerja keras dan kejujuran tetap menjadi kunci untuk menjalani hidup yang bermakna, meski dalam situasi yang tidak terduga.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
