Halo Sumsel – Kekerasan anak di Batam banyak dilakukan keluarga dipicu faktor ekonomi dan luka batin. Kasus ini terus menjadi sorotan, terutama ketika pelaku kekerasan sering kali adalah orang terdekat, seperti ibu tiri, ibu kandung, dan ayah kandung. Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, baru-baru ini mengunjungi seorang bocah yang diduga menjadi korban kekerasan di RSUD Embung Fatimah Batam, menyoroti pentingnya perhatian terhadap anak-anak yang mengalami kekerasan.
Psikolog Irfan Aulia menjelaskan bahwa ada berbagai faktor yang mendorong anggota keluarga untuk melakukan kekerasan terhadap anak. Dalam banyak kasus, penyebabnya sering kali berawal dari permasalahan dalam hubungan keluarga, ditambah dengan beban ekonomi yang berat. “Hubungan antara suami dan istri yang tidak harmonis dapat memicu orang tua merasa tidak berdaya, sehingga melampiaskan kemarahan pada anak,” ujarnya.
Lebih lanjut, Irfan menekankan bahwa anak-anak sering kali dianggap sebagai sasaran pelampiasan emosi orang tua ketika mereka merasa tertekan. “Saat menghadapi masalah, anak-anak menjadi objek pelampiasan emosi, karena mereka dianggap tidak dapat melawan,” ungkapnya. Selain itu, rendahnya kemampuan orang tua dalam mengendalikan emosi juga berkontribusi terhadap meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak.
Untuk mencegah kekerasan lebih lanjut, Irfan menggarisbawahi pentingnya keterlibatan pihak luar, seperti guru dan masyarakat sekitar, dalam mengawasi dan mendeteksi tanda-tanda kekerasan pada anak. “Komunikasi yang baik antara anak dan pihak di luar keluarga sangat penting. Guru dan tetangga perlu peka terhadap perubahan perilaku anak, seperti jika mereka menjadi pendiam atau sering mengeluhkan sakit,” ujarnya.
Irfan juga menyatakan bahwa langkah pencegahan utama tetap berada di tangan orang tua. Pola asuh yang baik, komunikasi yang sehat, serta kemampuan mengelola emosi adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak. “Anak-anak berhak untuk tumbuh dan berkembang dengan baik, dilindungi, dan dibesarkan dalam kasih sayang,” tambahnya.
Kasus-kasus kekerasan terhadap anak di Batam menjadi pengingat bahwa perlunya perhatian serius dari semua pihak. Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya lingkungan yang aman, diharapkan kekerasan terhadap anak dapat ditekan dan anak-anak dapat tumbuh dalam keadaan yang lebih baik.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
