Halo SumselHarga minyak mentah kembali naik, pasar cermati pemulihan pasokan global [titlebase]. Pada perdagangan Selasa (23/6), harga minyak dunia menunjukkan tren positif dengan minyak mentah Brent naik tipis menjadi US$78,15 per barel, dan West Texas Intermediate (WTI) menguat menjadi US$74,19 per barel. Kenaikan ini terjadi setelah sebelumnya mengalami penurunan lebih dari 3 persen pada sesi sebelumnya.

Kenaikan harga minyak ini didorong oleh harapan pelaku pasar terhadap kepastian kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta pemulihan jalur pengiriman minyak melalui Selat Hormuz. Menurut laporan Reuters, keputusan AS untuk memberikan keringanan sanksi selama 60 hari kepada Iran turut mempengaruhi sentimen pasar, meskipun masih terdapat skeptisisme di kalangan investor terkait keberlangsungan kesepakatan tersebut.

Baca juga:

“Pasar masih menyimpan keraguan yang signifikan terhadap komitmen antara Washington dan Teheran, yang berakar pada ketidakpercayaan yang mendalam,” ungkap Tim Waterer, Kepala Analis Pasar di KCM Trade. Hal ini menunjukkan bahwa pemulihan harga minyak ke level sebelum konflik mungkin akan berlangsung lebih lambat dan tidak langsung.

Di sisi lain, meredanya ketegangan di Lebanon juga memberikan sentimen positif bagi pasar. Para pejabat melaporkan bahwa intensitas permusuhan di negara tersebut mulai berkurang, hal ini menjadi bagian dari kesepakatan yang lebih luas antara AS dan Iran. Meski demikian, ketegangan masih tetap ada, terutama setelah ancaman Presiden AS Donald Trump yang menyatakan akan melanjutkan konflik jika Iran mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Selain faktor politik, ada juga dampak dari langkah-langkah yang diambil oleh China sebagai konsumen minyak terbesar kedua di dunia. Meskipun China tidak terlibat langsung dalam pembicaraan antara AS dan Iran, strategi ketahanan energi yang diterapkan oleh negara tersebut berperan penting dalam menjaga stabilitas harga minyak global. China telah mengurangi ketergantungan pada impor dan memanfaatkan cadangan minyaknya untuk meredam dampak kenaikan harga.

Baca juga:

Penguatan harga minyak ini juga didukung oleh data pelacakan kapal yang menunjukkan bahwa dua kapal tanker minyak mentah berhasil melintasi Selat Hormuz, membawa hampir 2 juta barel minyak. Ini menandakan bahwa lalu lintas pelayaran mulai pulih setelah sebelumnya terhambat oleh kekhawatiran akan keamanan jalur tersebut.

Secara keseluruhan, harga minyak mentah kembali naik, pasar cermati pemulihan pasokan global [titlebase]. Meskipun ada optimisme dari perkembangan yang terjadi, investor tetap berhati-hati dan memantau setiap tanda yang dapat memengaruhi arus pasokan minyak ke pasar global. Dengan ketidakpastian yang masih menyelimuti, pasar minyak dunia akan terus berfluktuasi hingga ada kejelasan lebih lanjut mengenai situasi di Timur Tengah.

Dalam konteks ini, penting bagi para pelaku pasar untuk tetap waspada terhadap perkembangan yang terjadi, baik dari sisi politik maupun ekonomi. Pasar minyak global tidak hanya dipengaruhi oleh keputusan AS dan Iran, tetapi juga oleh faktor-faktor lain seperti kebijakan energi negara-negara besar, termasuk China.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.