Halo Sumsel – PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) membukukan laba bersih sebesar Rp20,36 miliar pada semester I-2026. Angka tersebut meningkat 13,39 persen dibandingkan semester I-2025 yang sebesar Rp17,96 miliar.
Capaian ini menjadi motivasi bagi RLCO untuk terus memperkuat daya saing melalui peningkatan kualitas operasional, inovasi produk, serta pengelolaan bisnis yang sehat dan berkelanjutan, kata Direktur Utama PT Abadi Lestari Indonesia Tbk, Edwin Pranata.
Sejalan dengan peningkatan aktivitas usaha, beban pokok penjualan RLCO tercatat sebesar Rp210,91 miliar, sehingga RLCO membukukan laba kotor sebesar Rp61,09 miliar. Adapun pendapatan bunga per semester I-2026 tercatat sebesar Rp437,8 juta.
Dari sisi posisi keuangan, total aset RLCO meningkat 3,22 persen menjadi Rp835,82 miliar per 30 Juni 2026 dibandingkan posisi Rp809,76 miliar pada 31 Desember 2025. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh kenaikan aset lancar menjadi Rp730,28 miliar.
Total liabilitas RLCO tercatat sebesar Rp510,1 miliar, meningkat tipis dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp504,42 miliar. Di sisi lain, liabilitas jangka panjang menurun menjadi Rp21,36 miliar dari sebelumnya Rp27,69 miliar, sementara total ekuitas meningkat 6,67 persen menjadi Rp325,71 miliar dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya sebesar Rp305,34 miliar, terutama didukung oleh laba periode berjalan.
Dari sisi likuiditas, penerimaan kas dari pelanggan RLCO meningkat menjadi Rp221,90 miliar dibandingkan Rp200,13 miliar pada semester I-2025. Aktivitas investasi pada periode berjalan difokuskan untuk mendukung pengembangan usaha, termasuk investasi pada aset takberwujud.
Hingga 30 Juni 2026, aset takberwujud dalam penyelesaian sebagian besar merupakan pengembangan uji bioactive produk fitofarmaka yang telah mencapai sekitar 32 persen penyelesaian secara finansial dan diperkirakan selesai pada 2027. Pengembangan tersebut merupakan bagian dari komitmen RLCO dalam memperkuat inovasi dan pengembangan produk bernilai tambah.
RLCO akan terus berinovasi dan meningkatkan kualitas operasional untuk meningkatkan daya saing di pasar. Dengan demikian, RLCO dapat mempertahankan posisinya sebagai salah satu perusahaan terkemuka di industri.
Di akhir semester I-2026, RLCO membukukan saldo kas akhir periode mencapai Rp65,76 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa RLCO memiliki kemampuan yang baik dalam mengelola keuangan dan mempertahankan likuiditas yang sehat.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
