Halo Sumsel – Rabu, 17 Juni 2026, menjadi hari yang menggembirakan bagi pasar modal Indonesia. Investor asing borong saham Rp 2,59 T di sesi I, emiten perbankan jadi favorit. Hingga jeda perdagangan siang, aksi beli bersih (net foreign buy) tercatat mencapai Rp 2,59 triliun. Data dari Stockbit Sekuritas menunjukkan, total nilai pembelian saham oleh investor asing mencapai Rp 8,12 triliun, sedangkan nilai penjualan mencapai Rp 5,53 triliun.
Aksi akumulasi saham oleh investor asing ini terutama berfokus pada emiten perbankan berkapitalisasi besar. Dalam hal ini, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menempati posisi teratas dengan nilai beli bersih sebesar Rp 288,87 miliar dan volume transaksi mencapai 44,83 juta saham. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga mencatatkan net buy yang signifikan dengan nilai Rp 278,65 miliar dan volume 90,84 juta saham.
Selain kedua bank tersebut, investor asing juga menunjukkan minat pada beberapa saham lainnya. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) tercatat mengumpulkan investasi sebesar Rp 41,21 miliar, diikuti oleh PT Timah Tbk (TINS) dengan nilai Rp 16,45 miliar, serta PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang mencapai Rp 14,13 miliar.
Dalam perdagangan sesi I ini, daftar 10 saham dengan nilai beli bersih terbesar oleh investor asing didominasi oleh emiten-emiten perbankan. Hal ini menunjukkan bahwa sektor perbankan masih menjadi pilihan utama bagi investor asing.
Namun, di sisi lain, terdapat saham-saham yang mengalami aksi jual dari investor asing. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi emiten yang paling banyak dilepas oleh investor asing, dengan nilai jual bersih mencapai Rp 270,51 miliar. Selain itu, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) masing-masing mencatatkan net sell sebesar Rp 86,81 miliar dan Rp 86,60 miliar.
Aksi jual juga terjadi pada beberapa emiten lainnya, termasuk PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang tercatat dengan nilai jual Rp 63,57 miliar, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp 45,32 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 44,79 miliar.
Secara keseluruhan, investor asing borong saham Rp 2,59 T di sesi I, emiten perbankan jadi favorit, mencerminkan kepercayaan tinggi terhadap sektor perbankan di Indonesia. Meskipun ada beberapa aksi jual, dominasi beli bersih yang signifikan menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia masih menarik bagi investor asing. Dengan tren positif ini, diharapkan pasar modal Indonesia dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
