Halo Sumsel – PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison) berhasil mencatatkan kinerja yang sangat positif pada semester pertama tahun 2026. Dengan pendapatan mencapai Rp30,7 triliun, Indosat mencatat pertumbuhan sebesar 13,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini sejalan dengan pertumbuhan trafik data yang signifikan, mencapai 27,6% di Region Kalimantan dan 30,8% di Bali Nusra.
Dalam laporan keuangannya, Indosat menunjukkan EBITDA naik 14% menjadi Rp14,6 triliun dengan margin EBITDA yang sehat mencapai 47,6%. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga mengalami lonjakan yang signifikan, meningkat 49,2% menjadi Rp3,2 triliun. Hal ini mencerminkan strategi pengelolaan biaya yang disiplin dan efisiensi operasional yang semakin baik.
Di antara faktor yang mendorong pertumbuhan ini adalah pengembangan infrastruktur yang terus dilakukan oleh Indosat. Pada kuartal II tahun 2026, perusahaan telah mengoperasikan lebih dari 19.500 BTS 4G dan lebih dari 340 BTS 5G yang baru. Penguatan jaringan ini tidak hanya menyokong kebutuhan digital masyarakat, tetapi juga meningkatkan pengalaman pengguna dalam beraktivitas, mulai dari gaming hingga streaming.
Vikram Sinha, President Director dan CEO Indosat, menyatakan bahwa transformasi berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI) semakin menjadi bagian integral dalam layanan yang ditawarkan. Indosat juga meluncurkan berbagai layanan baru berbasis AI seperti fitur Anti-Spam dan Sahabat-AI, yang bertujuan untuk memberikan pengalaman digital yang lebih aman dan produktif bagi pelanggan.
Di wilayah Jakarta, baik Inner maupun Outer, trafik data juga menunjukkan tren positif. Di Inner Jakarta, trafik data tumbuh 18% dengan pertambahan jumlah pelanggan sebesar 3,5%. Sementara itu, di Outer Jakarta, trafik data meningkat 15,7% dengan jumlah pelanggan meningkat 4,5%. Untuk memenuhi kebutuhan layanan digital yang terus meningkat, Indosat telah menambahkan lebih dari 2.900 BTS 5G, menjadikan totalnya lebih dari 3.000 unit di wilayah tersebut.
Program SheHacks 2026 juga menjadi salah satu inisiatif sosial Indosat yang memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM perempuan untuk memanfaatkan teknologi digital dan AI dalam pengembangan bisnis mereka. Ini adalah langkah strategis Indosat untuk memberdayakan masyarakat dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Dengan pertumbuhan yang kuat di seluruh wilayah operasionalnya, Indosat menunjukkan komitmen untuk terus berinvestasi dalam teknologi dan infrastruktur yang akan mendukung pertumbuhan jangka panjang. Salah satu pencapaian penting adalah pembentukan PT Infra Fiber Teknologi (IFT) yang memungkinkan perusahaan untuk mengelola lebih dari 86.000 kilometer infrastruktur serat optik nasional. Langkah ini memberikan fleksibilitas finansial yang lebih besar untuk mempercepat investasi di masa depan.
Indosat juga mengantisipasi perubahan regulasi dalam industri telekomunikasi, termasuk putusan Mahkamah Konstitusi mengenai kuota internet yang tidak akan hangus. Hal ini menunjukkan respons positif Indosat dalam menjaga kepuasan pelanggan dan meningkatkan perlindungan layanan.
Dari semua pencapaian tersebut, Indosat jelas menunjukkan bahwa perusahaan ini tidak hanya berfokus pada pertumbuhan finansial, tetapi juga pada pengembangan teknologi dan pemberdayaan masyarakat. Dengan transformasi yang terus berlanjut, Indosat siap untuk menjadi pemimpin dalam industri telekomunikasi di Indonesia.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
