Halo Sumsel – Resmi! OJK umumkan direksi baru BEI 2026-2030, targetkan Bursa Efek Indonesia jadi kelas dunia [titlebase]. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan susunan direksi baru untuk PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang akan menjabat dari 2026 hingga 2030. Penunjukan ini menandai langkah strategis untuk memperkuat integritas dan tata kelola pasar modal Indonesia, serta mendorong Bursa Efek Indonesia menuju status sebagai bursa kelas dunia.

Dalam pengumuman resmi yang dilakukan pada Jumat, 19 Juni 2026, Jeffrey Hendrik terpilih sebagai Direktur Utama BEI, menggantikan Iman Rachman yang mengundurkan diri. Jeffrey sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pengembangan BEI dan memiliki rekam jejak yang kuat dalam industri pasar modal, termasuk pengalaman di berbagai posisi penting dalam sektor keuangan.

Baca juga:

OJK juga memperkenalkan enam anggota direksi lainnya yang akan mendampingi Jeffrey Hendrik, yaitu:

  • Saidu Solihin – Direktur Penilaian Perusahaan
  • Irvan Susandy – Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa
  • Yulianto Aji Sadono – Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan
  • Abdul Munim – Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko
  • Iding Pardi – Direktur Pengembangan
  • Umi Kulsum – Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum

Jeffrey Hendrik berkomitmen untuk melanjutkan reformasi yang telah dimulai dan menekankan pentingnya transparansi, integritas, serta tata kelola yang baik. “Kami akan terus melakukan pendalaman pasar, baik dari sisi permintaan maupun penawaran,” ujarnya dalam kesempatan tersebut. Ia berharap perubahan ini akan menjadikan BEI setara dengan bursa-bursa besar di dunia.

OJK melakukan proses seleksi yang ketat terhadap calon anggota direksi BEI, yang mana dari 28 kandidat, tujuh orang terpilih setelah menjalani penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test). Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa pemilihan ini merupakan hasil kerjasama yang baik dengan Wakil Ketua DPR RI untuk memastikan bahwa individu yang terpilih benar-benar layak memimpin.

Baca juga:

Dengan adanya jajaran direksi baru ini, harapan besar diletakkan pada mereka untuk memulihkan kepercayaan pasar, khususnya dari investor asing, setelah periode yang cukup menantang bagi pasar modal Indonesia. Penetapan ini diharapkan dapat memberikan angin segar dan dorongan baru bagi perkembangan Bursa Efek Indonesia yang lebih baik di masa depan.

Direksi baru BEI diharapkan tidak hanya mampu mengatasi tantangan yang ada namun juga berinovasi untuk menarik lebih banyak investor serta meningkatkan likuiditas pasar. “Kami ingin Bursa Efek Indonesia menjadi tempat yang nyaman bagi semua pelaku pasar, termasuk investor dan perusahaan tercatat,” tambah Kiki dalam pernyataan terpisah.

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk pengesahan resmi direksi baru ini direncanakan akan dilaksanakan pada 29 Juni 2026. Dengan langkah-langkah strategis dan reformasi yang akan dilakukan, diharapkan Bursa Efek Indonesia akan segera mencapai tujuan untuk menjadi bursa kelas dunia yang mampu bersaing di tingkat global.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.