Halo Sumsel – Kepolisian daerah di Bandung mengambil langkah proaktif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dengan mengerahkan sekitar 300 personel gabungan dari TNI-Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Dinas Perhubungan (Dishub) dalam patroli malam. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah kejahatan jalanan, termasuk aksi begal yang belakangan ini meresahkan warga Kota Bandung.
Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Dedi Supriyadi, menjelaskan bahwa patroli ini merupakan bagian dari Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD). Personel akan disebar ke berbagai titik rawan di kota hingga pagi hari. Selain menjaga keamanan, petugas juga berinteraksi dengan masyarakat untuk mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini.
“Kehadiran aparat di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat yang masih beraktivitas maupun yang sedang beristirahat pada malam hari,” ujar Dedi. Dia menegaskan komitmennya untuk mempersempit ruang bagi pelaku kejahatan dengan melakukan patroli secara berkesinambungan.
Dalam konferensi pers yang berlangsung pada 21 Juli 2026, Dedi mengungkapkan bahwa Polrestabes Bandung telah berhasil mengungkap 15 kasus kejahatan jalanan selama periode 1 hingga 21 Juli 2026. Dari jumlah tersebut, 8 kasus merupakan pencurian kendaraan bermotor, dan 6 kasus lainnya adalah pencurian dengan kekerasan. Sebanyak 19 pelaku berhasil diamankan, dan barang bukti seperti senjata tajam dan motor hasil curian juga telah disita.
“Kami membantah bahwa Kota Bandung tidak aman. Berbagai upaya pencegahan telah kami lakukan, termasuk patroli jalanan dan patroli siber. Polrestabes Bandung berkomitmen untuk menjaga situasi kamtibmas di Kota Bandung tetap kondusif,” tegasnya.
Sementara itu, Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi, Komjen M Fadil Imran, menekankan pentingnya kehadiran polisi yang cepat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dalam kunjungannya ke Polresta Sorong Kota, Fadil menyatakan bahwa polisi harus siap membantu masyarakat tanpa memikirkan pembagian fungsi internal di kepolisian. Ia mendorong integrasi seluruh fungsi kepolisian agar setiap laporan dari masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.
Keberadaan kepolisian daerah yang proaktif menjadi hal yang krusial dalam menciptakan rasa aman di masyarakat. Dengan langkah-langkah pencegahan yang dilakukan, diharapkan angka kejahatan jalanan dapat diminimalisir, dan masyarakat dapat beraktivitas tanpa rasa khawatir.
Dalam konteks yang lebih luas, kasus penganiayaan oleh Taufik Hidayat yang baru-baru ini mencuat, juga menunjukkan tantangan bagi kepolisian daerah dalam menangani kasus-kasus kriminal yang meresahkan masyarakat. Polda Jawa Barat telah melengkapi berkas perkara dan sedang mendalami keterangan saksi untuk memastikan keadilan ditegakkan.
Dengan semua upaya ini, diharapkan kepolisian daerah tidak hanya menjadi penegak hukum, tetapi juga mitra masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
