Halo Sumsel – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan pentingnya optimalisasi perumahan rakyat pacu pertumbuhan ekonomi daerah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah. Dalam kunjungan ke Desa Pone, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo pada Selasa (23/6/2026), Tito mengungkapkan bahwa program ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Dalam kesempatan tersebut, Mendagri Tito mencatat bahwa perhatian pemerintah terhadap rakyat kecil terlihat dari peningkatan cakupan program bedah rumah yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. “Program bedah rumah ini adalah salah satu bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap rakyat kecil,” ujar Tito. Ia menambahkan bahwa penyediaan rumah yang layak huni sangat berkaitan dengan penanggulangan kemiskinan.
Data yang dipaparkan menunjukkan bahwa jumlah rumah tidak layak huni di Gorontalo masih cukup tinggi dan berhubungan langsung dengan tingkat kemiskinan di daerah tersebut. Banyak keluarga miskin yang menghadapi tantangan dalam mengakses hunian yang layak, sehingga penyelesaian masalah perumahan diyakini dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kalau kita bisa menyelesaikan masalah rumah, maka kita juga bisa menyelesaikan masalah kemiskinan,” tutur Mendagri Tito. Selain itu, pemerintah juga berupaya memperkuat kepastian hukum kepemilikan hunian melalui program sertifikasi tanah, yang dilakukan secara sinergis dengan berbagai kementerian dan lembaga untuk memberikan jaminan hak atas tanah bagi masyarakat penerima manfaat.
Dalam peninjauan tersebut, Mendagri berinteraksi dengan salah satu penerima bantuan bedah rumah yang menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto. Mendagri Tito merasa senang melihat perkembangan kondisi rumah penerima bantuan yang kini lebih layak huni. Ia juga memberikan apresiasi kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman serta kementerian dan lembaga terkait yang terlibat dalam pelaksanaan program ini.
Program BSPS diharapkan dapat menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan kualitas hunian yang pada akhirnya akan berkontribusi pada pengurangan angka kemiskinan. Dalam konteks ini, optimalisasi perumahan rakyat pacu pertumbuhan ekonomi daerah merupakan langkah strategis yang harus terus didorong.
Dengan terus melaksanakan program-program seperti bedah rumah, diharapkan bahwa kondisi kehidupan masyarakat akan semakin baik dan angka kemiskinan dapat ditekan secara signifikan. Mendagri Tito menegaskan kembali pentingnya kolaborasi antar lembaga untuk mencapai tujuan tersebut, yang merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam mengayomi rakyat.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
