Halo Sumsel – Teheran, Iran – Lantunan ayat suci Al-Qur’an iringi prosesi pemakaman Khamenei di Teheran, ribuan pejabat menangis saat memberikan penghormatan terakhir kepada mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Prosesi pemakaman yang dimulai pada hari Jumat lalu (2/7/2026) telah menarik perhatian luas, bukan hanya di dalam negeri tetapi juga dari berbagai negara luar.

Delegasi dari Arab Saudi, yang dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Walid Al-Khuraiji, hadir dalam upacara ini. Kehadiran mereka di tengah hubungan yang belum sepenuhnya harmonis dengan Iran menambah dimensi penting pada upacara ini. Pemilihan ayat Al-Qur’an yang dibacakan saat penghormatan berlangsung, khususnya QS 3:13, menjadi sorotan. Ayat tersebut berbicara tentang dua golongan yang bertemu dalam pertempuran, yang diinterpretasikan oleh banyak warganet sebagai pesan tersirat terhadap Arab Saudi.

Baca juga:

Prosesi pemakaman Khamenei berlangsung selama enam hari, dimulai dari penyemayamannya di Masjid Agung Imam Khomeini. Ribuan pelayat memadati lokasi, mengiringi peti jenazah yang diletakkan dalam kotak kaca agar masyarakat dapat memberikan penghormatan terakhir. Upacara dimulai dengan lagu kebangsaan, dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur’an dan khotbah keagamaan. Momen emosional ini membuat banyak pejabat dan masyarakat menangis, menandakan betapa besarnya pengaruh Khamenei selama masa kepemimpinannya.

Selama proses pemakaman, tangisan dan teriakan slogan-slogan keagamaan menggema di seluruh Grand Mosalla, menunjukkan dukungan dan kesedihan mendalam dari rakyat Iran. Lantunan ayat suci Al-Qur’an iringi prosesi pemakaman Khamenei di Teheran ini berlangsung di tengah pengawasan ketat aparat keamanan, yang berjaga-jaga untuk mencegah kemungkinan kerusuhan.

Pemakaman Khamenei menjadi momen bersejarah bagi Iran, di mana jutaan orang diperkirakan akan hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Menurut laporan, hingga 20 juta orang diperkirakan akan menghadiri upacara ini, menjadikannya salah satu pemakaman terbesar dalam sejarah modern. Prosesi ini merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk memperbarui kesetiaan mereka terhadap cita-cita Revolusi Islam dan mengenang sosok yang dianggap sebagai ‘Penjaga Api Revolusi’.

Baca juga:

Pada hari kedua prosesi, pelayat dari berbagai kalangan berkumpul, termasuk pejabat tinggi dari negara-negara sahabat seperti Pakistan dan Rusia. Kehadiran para pemimpin asing ini menunjukkan betapa pentingnya posisi Khamenei di pentas politik internasional.

Khamenei, yang meninggal dunia akibat serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari 2026, meninggalkan warisan yang kompleks. Rangkaian pemakaman ini tidak hanya menjadi peringatan bagi rakyat Iran, tetapi juga menjadi sinyal bagi dunia internasional tentang ketegangan yang masih ada di kawasan Timur Tengah.

Setelah upacara di Teheran, jenazah Khamenei direncanakan akan dibawa ke kota suci Qom dan akhirnya dimakamkan di Kompleks Makam Imam Reza di Mashhad, salah satu situs paling suci bagi umat Muslim Syiah.

Baca juga:

Dengan berakhirnya prosesi pemakaman ini, masyarakat Iran diharapkan dapat melanjutkan perjalanan mereka sambil terus mengenang dan menghormati sosok yang telah memimpin mereka selama hampir empat dekade.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.