Halo SumselPemadaman listrik bergilir yang terjadi di Pulau Jawa telah memicu reaksi keras dari masyarakat. Dalam beberapa minggu terakhir, banyak daerah, khususnya di Kalimantan, mengeluhkan situasi ini. Respons PLN soal pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa [titlebase] menjadi sorotan utama, terutama setelah aksi protes yang dilakukan oleh warga yang merasa dirugikan.

Salah satu daerah yang paling terpengaruh adalah Palangka Raya, Kalimantan Tengah, di mana masyarakat merasakan dampak langsung dari pemadaman yang berkepanjangan. Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) pada 28 dan 29 Juli 2026 menunjukkan tingkat kekecewaan yang tinggi. Dalam aksi tersebut, massa menyegel Kantor PLN UP3 Palangka Raya dan menebarkan bangkai ayam sebagai simbol kerugian yang dialami oleh para peternak akibat pemadaman listrik yang menyebabkan mati listrik secara mendadak.

Baca juga:

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalselteng, Iwan Soelistijono, menjelaskan bahwa pemadaman listrik ini disebabkan oleh gangguan pada tiga unit pembangkit, termasuk PLTU Asam-Asam dan PLTU di Gunung Mas. Ia mengkonfirmasi bahwa gangguan ini membuat pasokan listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah sangat terbatas. Meskipun satu unit pembangkit telah kembali beroperasi, pemulihan penuh diperkirakan akan memakan waktu hingga awal Agustus.

Di Banjarmasin, keluhan dari Pemerintah Kota juga mengemuka. Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, melaporkan langsung ke PLN pusat untuk menyampaikan aspirasi masyarakat yang terdampak. Dia menekankan bahwa pemadaman listrik tidak hanya memengaruhi pasokan listrik, tetapi juga layanan telekomunikasi, yang kini juga turut mengalami gangguan. Kerugian yang dialami oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor lainnya sangat signifikan.

Seiring dengan meningkatnya protes masyarakat, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan penjelasan terkait situasi ini. Ia memastikan bahwa pasokan batu bara untuk PLN aman, namun pemadaman listrik bergilir tetap terjadi. Hal ini mengundang pertanyaan besar dari masyarakat mengenai kapan pemadaman ini akan berakhir.

Baca juga:

Dalam pertemuan antara pemerintah daerah dan PLN, Ananda menyampaikan berbagai dampak nyata dari pemadaman listrik, termasuk kerusakan peralatan elektronik, matinya ribuan ternak, hingga kerugian bagi para peternak. Kejadian ini menimbulkan keresahan yang mendalam di kalangan masyarakat, yang kini menuntut penjelasan dan tindakan nyata dari PLN.

Dalam konteks ini, Respons PLN soal pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa [titlebase] menjadi sangat penting untuk dipahami. PLN harus berkomunikasi lebih baik dengan masyarakat dan memberikan solusi yang jelas untuk masalah ini. Masyarakat berharap PLN tidak hanya memberikan kompensasi, tetapi juga melakukan perbaikan sistem untuk mencegah terulangnya situasi serupa di masa depan.

Dengan situasi yang semakin memanas, PLN diharapkan dapat segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk merespons keluhan masyarakat dan mengembalikan kepercayaan publik. Tanpa adanya tindakan yang nyata, krisis ini dapat berlanjut dan menambah ketidakpuasan di kalangan pelanggan PLN.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.