Halo SumselJakarta Timur menjadi saksi sebuah insiden tragis yang melibatkan seorang driver ojek online ditembak pencuri di Jakarta Timur. Kejadian ini berlangsung pada Sabtu (19/7/2026) ketika seorang pengemudi ojek berusaha menghentikan pelaku yang mencoba mencuri motor di Palmeriam. Pelaku, yang diketahui bernama ENR (23) dan RDS (21), mengeluarkan senjata api rakitan dan menembak korban di bagian paha sebelum melarikan diri.

Setelah melakukan penyelidikan, Tim Subdirektorat Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil melacak kedua pelaku hingga ke Lampung dan menangkap mereka pada Sabtu (25/7/2026). Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita senjata api yang digunakan dalam aksi kejahatan tersebut.

Baca juga:

Insiden ini bukanlah yang pertama kalinya terjadi terhadap pengemudi ojek online. Sebelumnya, pada Kamis (30/7/2026), sebuah kecelakaan maut terjadi di Medan yang merenggut nyawa seorang driver ojol yang terlindas truk tangki. Tragisnya, identitas korban sulit dikenali karena dompetnya diduga dicuri oleh oknum tak bertanggung jawab di lokasi kejadian.

Di sisi lain, di Medan, seorang driver ojol juga berhasil menggagalkan upaya pencurian motor rekannya. Aksi heroik ini terjadi ketika pengemudi ojol tersebut melihat dua pelaku yang membawa motor curian dan langsung mengejar mereka. Meskipun pelaku berhasil kabur, motor yang dicuri berhasil diserahkan kepada pihak kepolisian.

Di Jakarta, situasi semakin memanas dengan adanya penggerudukan Mapolsek Menteng oleh sekelompok massa yang diduga merupakan rekan korban penembakan. Dalam kerumunan tersebut, seorang pengemudi ojol mengalami kerusakan ponsel saat merekam kejadian, menunjukkan bagaimana ketegangan di antara masyarakat dan aparat penegak hukum semakin meningkat.

Baca juga:

Kemunculan aksi kekerasan terhadap pengemudi ojek online ini memicu berbagai reaksi dari masyarakat. Banyak yang mengecam tindakan kriminal yang semakin merajalela dan mengancam keselamatan driver ojol yang merupakan sumber mata pencaharian bagi banyak orang. Kasus ini juga menyoroti perlunya perhatian lebih dari pihak berwenang untuk memberikan perlindungan yang lebih baik bagi pengemudi ojek online.

Dengan meningkatnya angka kejahatan, terutama yang menargetkan driver ojek online, harapan akan tindakan preventif dari pemerintah dan penegakan hukum yang lebih tegas semakin diperlukan. Kita semua berharap agar insiden serupa tidak terulang dan para pelaku kejahatan dapat segera diadili.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

Baca juga: