Halo Sumsel – Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, kembali menjadi sorotan setelah mengalami serangkaian peristiwa penting yang mengguncang masyarakatnya. Pada Selasa, 4 Agustus 2026, wilayah ini diguncang gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 2.3 yang pusatnya berada sekitar 42 km timur laut Sigi. Gempa ini terjadi pada pukul 11:38 WITA dan memiliki kedalaman 9 kilometer. Meskipun gempanya tergolong kecil dan tidak dirasakan di Manado, namun peristiwa ini menjadi pengingat akan kondisi geologis daerah tersebut yang rawan akan aktivitas seismik.
Selain gempa, warga Kabupaten Sigi juga dikejutkan oleh fenomena alam lain, yakni semburan air yang diduga mengandung gas di Desa Sarumana, Kecamatan Palolo. Kejadian ini dilaporkan terjadi setelah gempa yang mengguncang wilayah tersebut pada awal Juli. Air dari sumur bor yang seharusnya menjadi sumber air bersih ini tiba-tiba terbakar ketika disulut api. Camat Palolo, Muhammad Syukur, menyatakan bahwa kejadian ini berawal dari proyek pengeboran air tanah oleh Dinas Pekerjaan Umum setempat.
Menanggapi kejadian ini, Pemerintah Kabupaten Sigi bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tengah telah menerjunkan tim ahli geologi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sigi, Heru Murtanto, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemasangan garis polisi di sekitar lokasi untuk mencegah masyarakat mendekat dan memastikan keamanan di area tersebut.
Di tengah situasi yang cukup mengkhawatirkan, Kabupaten Sigi juga tidak kehilangan semangat positif dalam memberikan ruang bagi generasi muda. DPRD dan Pemerintah Kabupaten Sigi baru-baru ini menyepakati Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk Tahun Anggaran 2027. Kesepakatan ini akan menjadi dasar dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) dan termasuk penambahan sub-kegiatan untuk pembangunan Masjid Agung Kabupaten Sigi.
Menariknya, dalam semangat memajukan olahraga di daerah, Enos Cup 2026 juga akan segera digelar di Desa Kanuna, Kecamatan Kinovaro. Turnamen sepak bola mini ini diperuntukkan bagi anak-anak sekolah dasar dari Desa Kanuna dan Desa Daenggune. Ajang ini bertujuan untuk mengembangkan bakat dan potensi anak-anak serta menanamkan nilai-nilai sportivitas. Anggota DPRD Sigi, Enos, mengungkapkan bahwa kegiatan ini akan menjadi bagian dari upaya pembinaan olahraga usia dini di Kabupaten Sigi.
Keseluruhan peristiwa ini menunjukkan dinamika yang terjadi di Kabupaten Sigi, dari kejadian alam yang menantang hingga upaya pembinaan generasi muda melalui olahraga. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan menjaga keselamatan, namun sekaligus tetap optimis dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
